-->

Empat Manfaat Puasa Bagi Peningkatan Kecerdasan, Yang Ketiga Penting Sekali Dalam Meraih Kesuksesan



Ash shiyam (puasa) secara bahasa berarti menahan diri. Dalam konteks puasa berarti menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Puasa sendiri ternyata bermanfaat bagi orang yang menjalankan. Berikut ini sejumlah manfaat puasa bagi kecerdasan:

1. Meningkatkan Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional berkaitan dengan sejauh mana seseorang mampu mengelola emosi sehingga mampu mendukung pencapaiannya. Orang yang memiliki kecerdasan emosi yang baik dicirikan dengan peka terhadap perasaan orang lain, mudah dalam berkomunikasi, bergaul, dan bekerjasama dengan beragam orang. Oleh karena itu, mereka umumnya memiliki kemampuan yang baik dalam menjadi seorang leader karena memahami kebutuhan anggotanya. Puasa merupakan sarana latihan bagi seseorang dalam mengelola emosi negatif; marah, dendam, dengki, dst. Jika ada orang yang memancing amarahnya, orang yang berpuasa dianjurkan untuk berkata bahwa ia sedang puasa. Artinya, ia diminta untuk menyadari bahwa apa yang terjadi memang membuatnya marah tetapi ia memilih untuk tidak meluapkan kemarahannya tetapi menerima dan memaafkannya.


2. Meningkatkan Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan spiritual berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi permasalahan terkait dengan value, kerohanian, spiritual. Di dunia yang semakin maju, kehidupan orang-orang yang serba tercukupi tetapi banyak yang justru merasa kekosongan batin. Hal tersebut berkaitan dengan sisi spiritual. Orang yang memiliki kecerdasan spiritual yang bagus akan dengan mudah menemukan makna hidup dari segala yang ia alami. Ia mampu melihat sebuah peristiwa dengan utuh sehingga bertindak dan bersikap secara bijaksana. Puasa merupakan latihan bagi seseorang dalam mengasah kecerdasan spiritualnya. Di dalam agama dikenal ada 3 tingkatan puasa; puasa orang awam (menahan diri dari segala yang membatalkan puasa), puasa orang khusus (selain menahan diri dari segala yang membatalkan juga menambahi dengan amalan-amalan baik), dan puasa orang istimewa (bukan hanya jasmaninya yang berpuasa tetapi juga ruhani dan selalu mengingat Allah SWT).  Pada tingkatan ketiga inilah, kecerdasan spiritual seseorang terlihat.



3. Meningkatkan Kecerdasan Adversity
Kecerdasan adversity berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk bertahan di saat menghadapi kesulitan dan bangkit dari kegagalan. Mereka yang kecerdasan adversity nya bagus ditunjukkan dengan sikap pantang menyerah ketika dihadapkan dengan masalah. Ia akan mengupayakan seluruh potensi internal maupun eksternal yang dimiliki untuk mencapai target atau cita-citanya. Kecerdasan adversity memiliki peranan besar dalam kesuksesan seseorang. Ada pesan bijak, “Orang pinter kalah dengan orang yang tekun”. Ketekunan merupakan bagian besar dari kecerdasan adversity. Puasa melatih seseorang untuk tekun, sebelum terbit fajar sudah bangun guna sahur dan setelah matahari terbenam segera untuk berbuka. Hal tersebut dilakukan selama sebulan dalam bulan Ramadhan. Bagaimanapun rasanya lapar dan dahaga tetapi tetap bertahan sampai waktunya buka puasa. Itu merupakan latihan meningkatkan daya tahan. Ketika niat berpuasa berarti akan berusaha mengupayakan menahan diri dari segala yang membatalkan dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Puasa meningkatkan kecerdasan adversity.


4. Meningkatkan Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal terkait dengan kemampuan seseorang berhubungan dengan dirinya sendiri. Mulai dari mengenali kelemahan, kelebihan, potensi, dan segala kesadaran tentang dirinya. Orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang bagus memiliki daya refleksi pada diri sendiri dan mampu mengelola apa yang ada pada dirinya guna mencapai hal yang diharapkan. Puasa menjadi kesempatan seseorang untuk mengasah kecerdasan intrapersonal. Daya batin seseorang akan terasa selama berpuasa, menghayati rasa haus dan lapar hingga haus serta lapar tersebut menyatu dengan dirinya. Sampailah ia pada kesadaran bahwa dirinya bukanlah haus dan lapar tersebut. Bukan haus dan lapar yang mengendalikannya tetapi haus dan lapar ada di dalam kendalinya. Kecerdasan intrapersonal akan semakin terlatih selama berpuasa.

Demikianlah empat manfaat puasa bagi peningkatan kecerdasan. Masih banyak lagi manfaat puasa bagi kehidupan seseorang. Manfaat yang didapatkan ditentukan bukan hanya kuantitas dari puasa tetapi juga kualitas dari puasa yang dilakukan. Oleh karena itu, memastikan puasa yang dilakukan berkualitas merupakan hal yang penting untuk mendapatkan manfaat besar bagi peningkatan kecerdasan.
BERIKAN KOMENTAR ()